Karakter Pengusaha Sukses


Karakter Pengusaha Sukses

Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan.



Membangun karakter pengusaha sukses merupakan sebuah integritas yang senantiasa harus tertanam kuat dalam jiwa pengusaha, dari masa kemasa untuk menjadi pengusaha sukses diperlukan sebuah karakter yang menjadi modal utama sebelum bahkan ketika memulai berbisnis.

Kita akan coba gali kembali karakter apa yang sudah di miliki oleh pengusaha sukses terdahulu yang patut untuk kita teladani, yaitu Muhammad SAW yang menjadi nomor satu dari buku 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Selain orang yang sangat berpengaruh tentunya Muhammad SAW juga merupakan seorang Pengusaha Sukses. Hal ini di buktikan dengan membangun bisnisnya dengan karakternya seperti:

1. Shiddiq
Rasulullah telah melarang pebisnis melakukan perbuatan yang tidak baik. Apabila sikap Shiddiq dilakukan oleh pelaku bisnis maka praktek bisnis jahiliyah tidak akan terjadi, perbuatan penipuan dan sebagainya akan terhapus.

2. Amanah
Amanah berarti tidak mengurangi apa-apa yang tidak boleh dikurangi dan sebaliknya tidak boleh ditambah, dalam hal in termasuk juga tidak menambah harga jual yang telah ditentukan kecuali atas pengetahuan pemilik barang. Maka seorang yang diberi Amanah harus benar-benar menjaga dan memegang Amanah tersebut,
Sikap amanah juga dapat dibangun dengan jalan saling menasehati dalam kebajikan serta mencegah berbagai penyimpangan yang terjadi. Sikap amanh akan memberikan dampak positif bagi diri pelaku, perusahaan, masyarakat, bahkan negara. Sebaliknya sikap tidak amanah (khianat) tentu saja akan berdampak buruk.

3. Fathanah
Fathanah berarti cakap atau cerdas. Dalam hal ini Fathanah meliputi dua unsur, yaitu:
a. Fathanah dalam hal administrasi/manajemen dagang, artinya hal-hal yang berkenaan dengan aktivitas harus dicatat atau dibukukan secara rapi agar tetap bisa menjaga Amanah dan sifat shiddiqnya.
b. Fathanah dalam hal menangkap selera pembeli yang berkaitan dengan barang maupun harta.

Dengan demikian fathanah di sini berkaitan dengan strategi pemasaran (kiat membangun citra). Kiat membangun citra dari uswah Rasulullah SAW meliputi: penampilan, pelayanan, persuasi dan pemuasan.

Amanah berarti tidak melakukan penipuan, memakan riba, tidak menzalimi, tidak melakukan suap, tidak memberikan hadiah yang diharamkan, dan tidak memberikan komisi yang diharamkan. Fathanah berarti cakap atau cerdas.

Sifat mulia  yang mengantarkan kesuksesan Muhammad sebagaimana dikatakan oleh Hafidudin (2004),  adalah siddiq (integrity), amanah (trust), tabligh ( openly, human relation), dan fathonah (working smart). Sifat-sifat itulah yang kemudian menjadikan beliau digelari sebagai Mr Trustee atau al Amin, yang berimplikasi pada munculnya berbagai pinjaman komersial (commercial loans) di kota Mekkah dan sekitarnya yang membuka peluang kemitraan antara Muhammad SAW dan para pemilik modal (funds provider). Karena dengan sifat yang dimilikinya  mampu mempengaruhi orang lain dengan cara mengilhami tanpa mendoktrinasi, menyadarkan tanpa menyakiti, membangkitkan tanpa memaksa, serta  mengajak tanpa memerintah.

Untuk mengetahui kunci sukses menjadi pengusaha berkarakter, berikut faktor pendukung yang perlu diperhatikan bagi para pemula maupun pelaku usaha guna mencapai kesuksesan dalam bisnisnya.

a.      Pola Pikir Positif (Mindset)
Berpikir positif untuk meraih sukses merupakan kunci utama yang perlu kita praktekan untuk bisa menjadi pengusaha yang berkarakter sukses. Sebab pola pikir atau mindset yang kita miliki sangat menentukan setiap tindakan yang akan kita lakukan. Apabila kita memiliki mindset yang positif maka secara tidak langsung pikiran kita akan mengarahkan setiap langkah ke arah yang positif pula, dan begitu juga sebaliknya. Bila kita cenderung berpikiran negatif dan selalu pesimis dengan segala hal yang dikerjakan, bisa dipastikan bila kita hanya akan gagal sebelum sampai di puncak kesuksesan.

Pola pikir yang positif juga dapat memberikan motivasi dan kekuatan pada diri kita agar tidak menyerah dengan hambatan, ancaman, tantangan maupun gangguan yang sering muncul di tengah perjalanan kita menuju sukses. Karena pada dasarnya untuk meraih sebuah kesuksesan dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah, hingga akhirnya kita sampai di puncak kesuksesan yang telah ditentukan. Untuk bisa mencapainya ada beberapa pola pikir yang perlu kita tumbuhkan dalam menciptakan karakter sukses, yaitu pola pikir untuk selalu disiplin, membuka pikiran untuk terus belajar dan belajar, pola pikir untuk selalu kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang, terbuka dan menghargai setiap perbedaan, serta pola pikir yang mampu membangun motivasi diri kita agar bisa bangkit dari setiap keterpurukan.

b.      Lingkungan yang Tepat (Environment)
Tak bisa dipungkiri bahwa 80% karakter manusia terbangun dari lingkungan yang ada disekitarnya. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat tinggal, sampai lingkungan tempat kerja, secara tidak langsung akan membentuk kebiasaan ataupun budaya dalam diri seseorang sesuai dengan lingkungan dimana dia berada. Misalnya saja kita berada di lingkungan yang selalu taat beribadah, rajin bekerja dan semangat menyelesaikan tanggungjawab yang ada, serta cenderung optimis melihat setiap peluang, tentu kita akan terbawa suasana lingkungan tersebut dan dari yang awalnya terpaksa menjadi sebuah kebiasaan positif yang telah melekat di dalam diri kita.

Dari proses inilah karakter sukses mulai terbentuk. Karena kesuksesan yang kita inginkan sepenuhnya berada ditangan kita, dan didukung oleh lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk itu penting bagi kita untuk memilih lingkungan yang benar-benar tepat. Sebab, dari lingkungan yang tepat akan tercipta sebuah kebiasaan baru yang pastinya akan menghasilkan banyak manfaat.

Gunakan pola pikir yang positif dan pilih lingkungan yang tepat agar kesuksesan yang kita impikan dapat tercapai dengan karakter kuat yang kita miliki. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang mudah, mulailah dari sekarang juga.

Karakter Pengusaha Sukses dalam Berbisnis
Ada beberapa karakter yang harus kita bangun untuk menjadi pengusaha yang sukses:
1. Cakap
      Seorang pebisnis wajib memiliki pengetahuan terkait usaha yang dijalaninya. Pemahaman terhadap produk dan jasa yang ditawarkan merupakan pengetahuan dasar yang sangat penting dikuasai. Itulah sebabnya, sebelum merintis karier di bisnis perdagangan, Nabi Muhammad Saw terlebih dahulu membekali diri dengan magang dagang.

Mengomunikasikan keunggulan dan kelemahan suatu produk agar konsumen “memahami” perihal produk yang hendak dibelinya adalah cerminan lain dari kecakapan seorang pebisnis. Kecakapan semacam ini mutlak dimiliki demi memuaskan pelanggan dan menjaga hubungan baik dengan mereka, termasuk kecakapan dalam menunjukkan sikap terbaik saat berinteraksi dengan mereka.

Rasulullah Saw bersabda:“Pekerjaan yang paling baik adalah jual-beli yang menepati syariat dan pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri.”

2. Senang membantu pelanggan
Rasulullah Saw menegaskan bahwa bisnis dalam Islam tidak hanya sekadar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang diajarkan Bapak Ekonomi Kapitalis Adam Smith. Bisnis dalam Islam juga berorientasi pada sikap ta‘awun (tolong-menolong) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. Tegasnya, berbisnis bukan mencari untung material semata, melainkan juga didasari kesadaran untuk memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang.
3. Menjaga hak-hak konsumen
Sikap lain yang ditunjukkan Nabi dalam membangun kepercayaan konsumen adalah dengan memberikan hak-hak mereka. Di antaranya adalah memberikan hak untuk mengetahui kualitas barang serta hak untuk membatalkan pembelian saat transaksi masih berlangsung.

Rasulullah Saw bersabda:“Kedua belah pihak dalam transaksi perdagangan berhak membatalkan transaksi selama mereka belum berpisah. Jika mereka berkata benar dan menjelaskan segala sesuatunya dengan jernih, transaksi mereka akan mendapatkan berkah. Tapi jika mereka menyembunyikan sesuatu dan berdusta, berkah yang ada dalam transaksi mereka akan terhapus.”
 “Rahmat Allah atas orang-orang yang berbaik hati saat ia membeli, saat ia menjual, dan saat ia membuat keputusan."
 4. Tidak menjelekkan bisnis orang lain
 Demi mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya, ada saja pebisnis yang menjelek-jelekkan pebisnis lain (pesaing) kepada para konsumen. Padahal sikap seperti ini justru bisa menjadi bumerang bagi dirinya. Akibatnya, konsumen menjadi tidak respek terhadapnya.      Dengan kepuasan pelanggan yang terjaga, melahirkan re buying  yang secara perlahan mengantarkan establisitas dan sustainable perusahaan tersebut.  
Itulah beberapa pedoman bagi kita jika ingin menjadi pengusaha sukses tentunya memiliki karakter tertentu agar bisnis yang akan kita jalankan menjadi lebih sukses serta kesuksesan yang akan kita dapat akan bermanfaat tidak hanya bagi diri kita akan tetapi juga bisa bermanfaat buat banyak orang


 by: Bayu ari Wibowo

0 komentar:

Copyright © 2012 Hidupku dan Hidupmu adalah pemberian dari yang maha menghidupkan. Dunia di tanganQ akhirat di AmalQ.